Tampilkan postingan dengan label ada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ada. Tampilkan semua postingan
Senin, 16 Desember 2013
Suhu di Merkurius 427 Derajat Tapi Ada Air
Pada 1991, astronom menembakkan sinyal radar dari bumi ke Merkurius dan menerima hasil yang menunjukkan mungkin ada es di kedua kutub planet itu.
Dugaan awal ini diperkuat pengukuran tahun 1999, menggunakan sinyal radar Arecibo Observatorymicrowave di Puerto Rico, yang juga menunjukkan daerah putih yang diduga sebagai air es.
Dugaan awal ini diperkuat pengukuran tahun 1999, menggunakan sinyal radar Arecibo Observatorymicrowave di Puerto Rico, yang juga menunjukkan daerah putih yang diduga sebagai air es.

"Bagaimanapun diperlukan pesawat antariksa untuk melihat lebih dekat," ujar Gregory Neumann, ilmuwan proyek Messenger di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA, Maryland, Jumat, 30 November 2012.
NASA pun meluncurkan Messenger untuk mengorbit ke Merkurius pada bulan Maret 2011. Sejak itu, Messenger meneropong kutub Merkurius menggunakan altimeter laser dan menemukan sejumlah titik terang pertanda es.
Neumann masih ingat, anggota tim John Cavanaugh cukup yakin dengan yang mereka temukan di Merkurius. Cavanaugh dulunya merupakan bagian tim Lunar Reconnaissance Orbiter NASA. "Ia telah melihat pola aneh yang sama saat menemukan es di kutub bulan pada 2009," ujarnya.
Namun temuan ini juga memunculkan tanda tanya. Mengapa ada air di planet yang suhunya bisa mencapai 427 derajat Celsius? Padahal air mendidih dan menguap pada suhu 100 derajat Celsius.
Messenger langsung diarahkan ke tempat-tempat yang tepat untuk mencari area terang dan kemudian mengukur suhu dan komposisinya.
Neumann mengatakan, spektrometer neutron Messenger memang menangkap keberadaan hidrogen, yang merupakan komponen utama molekul air, di kutub Merkurius. Tetapi profil temperatur justru menunjukkan bahan berwarna gelap dan mudah menguap yang bercampur dengan es. "Kami menduga air es Merkurius dilapisi "selimut" tahan panas setebal 10 sentimeter," katanya.
Kini para ilmuwan NASA sedang memburu bahan organik di planet tersebut. Proses pencarian ini akan memakan waktu jauh lebih lama. Namun tanda-tanda awal sudah terlihat. Neumann mengatakan kurva temperatur awal bisa menunjukkan adanya bahan organik, seperti asam amino.
NASA pun meluncurkan Messenger untuk mengorbit ke Merkurius pada bulan Maret 2011. Sejak itu, Messenger meneropong kutub Merkurius menggunakan altimeter laser dan menemukan sejumlah titik terang pertanda es.
Neumann masih ingat, anggota tim John Cavanaugh cukup yakin dengan yang mereka temukan di Merkurius. Cavanaugh dulunya merupakan bagian tim Lunar Reconnaissance Orbiter NASA. "Ia telah melihat pola aneh yang sama saat menemukan es di kutub bulan pada 2009," ujarnya.
Namun temuan ini juga memunculkan tanda tanya. Mengapa ada air di planet yang suhunya bisa mencapai 427 derajat Celsius? Padahal air mendidih dan menguap pada suhu 100 derajat Celsius.
Messenger langsung diarahkan ke tempat-tempat yang tepat untuk mencari area terang dan kemudian mengukur suhu dan komposisinya.
Neumann mengatakan, spektrometer neutron Messenger memang menangkap keberadaan hidrogen, yang merupakan komponen utama molekul air, di kutub Merkurius. Tetapi profil temperatur justru menunjukkan bahan berwarna gelap dan mudah menguap yang bercampur dengan es. "Kami menduga air es Merkurius dilapisi "selimut" tahan panas setebal 10 sentimeter," katanya.
Kini para ilmuwan NASA sedang memburu bahan organik di planet tersebut. Proses pencarian ini akan memakan waktu jauh lebih lama. Namun tanda-tanda awal sudah terlihat. Neumann mengatakan kurva temperatur awal bisa menunjukkan adanya bahan organik, seperti asam amino.
Sumber:
tempo
tempo
Selasa, 22 Oktober 2013
Jupiter Z1 ada di YZR M1 Jorge dan Spies

Yamaha membuat banyak hal menarik pada All New Jupiter Z1, mulai dari desainnya yang aerodianmis, pencangkokan teknologi balap serta tenaganya yang setara dengan bebek berkapasitas mesin 125cc. Tak hanya itu, untuk keperluan balap pun Yamaha juga mengeluarkan piranti yang akan sangat membantu dalam menyeting pengapian, yaitu YZ Power Tuner.Wah bakalan lebih memudahkan para tuner balap nih, ujung-ujung para pecinta akan performa akan semakin dimanja...asyik..asyik.
Hal menarik lainnya dan bisa membuat para pembeli All New Jupiter Z1 sangat bangga akan tunggangannya adalah adanya nempelnya nama "Jupiter Z1" di YZF-M1 tunggangan Jorge Lorenzo dan Ben Spies. Letaknya ada di bagian yang dahulu pernah ditempati oleh tagline Yamaha Indonesia "Semakin Di Depan", yaitu di buntut YZF-M1, itu loh yang dekat dengan kamera belakang Gyroscospic.Yups buritan belakang kanan kiri akan terdapat nama "Jupiter Z1". Lalu kemana yang "Semakin Di Depan"??
Tenang mas bro mba sist, masih setia menemani YZF-M1 dibagian fairing bawah yang merupakan salah satu tempat yang strategis karena ketika dishoot dari samping akan terlihat sekali. Selain di tunggangan Lorenzo dan Spies, "Jupiter Z1" juga akan menempel pada wearpack mereka. Tepatnya pada lengan kanan dan kiri. Satu lagi tempat penempatannya tapi saya rasa kurang strategis karena ditempatkan dibagian belakang wearpack yang lebih tepatnya pada bokong.Kalau yang itu sih jarang kesorot kamera, agak kecewa juga untuk yang dibokong.
Sebagai warga negara Indonesia yang baik dan selalu bayar pajak, baik itu pajak pertambahan nilai, bumi dan bangunan hingga pajak jadian..(laaahh), saya merasa bangga karena ada yang ber "bau" Indonesia di motor tunggangan rider kelas dunia, Terima Kasih Yamaha Indonesia dan mudah-mudahan bisa dorong pembalap Indonesia ke pentas dunia, minimal Moto3,amin.

foto:YIMM
Langganan:
Postingan (Atom)