Tampilkan postingan dengan label 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Oktober 2013

Download Aplikasi Penghitung Gelang Resistor 2 Warna Karya Anak SMP

Saat ini, berbagai kemudahan ditawarkan dalam bentuk kemasan yang menarik dan tentunya berkat kemajuan dan berkembangnya kemampuan komputer yang sudah sangat hebat.

Tahun lalu, Gue pernah dimintai tolong oleh Guru Fisika yang juga seorang Pembina Ekskul Elektronika. Beliau meminta Gue untuk membuatkan sebuah aplikasi sederhana untuk mempermudah para siswa untuk melakukan penghitungan nilai hambatan suatu resistor menurut teori yang dianggap benar. Bingung, kalut, dan hanya mengiyakan. Akhir pekan pun tiba. Gue segera menggarap tugas guru yang bernama Pak Sularno itu. Terlebih dulu membuat design interface tampilannya, lanjut ke logika bagaimana cara menjalankan perintah/input yang dimasukkan oleh user. 

Berkat kemudahan software Microsoft Excel besutan Microsoft Inc, Gue pun menggunakan rumus-rumus yang sudah tercantum dalam paket excel untuk mengembangkan aplikasi sederhana ini. Inti dasar rumusnya hanya "Vlookup". Yaitu saat user memasukkan warna gelang resistor itu, maka excel akan menjalankan rumus lookup pada tabel yang sudah di tentukan untuk mencari data.

Sementara sisanya hanya menggunakan rumus-rumus dasar, seperti Kali Bagi Tambah Kurang untuk menghasilkan hasil akhir yang mudah diterima. Tentunya sangat mudah digunakan dan support hampir di semua komputer yang berbasis sistem Windows. Terimakasih tak lupa Gue tujukan pada guru TIK yang sudah banyak memberikan curahan idenya meski tidak secara langsung sehingga aplikasi ini tidak menampilkan hal yang dianggap tidak perlu, seperti error N/A maupun ###.

Cukup masukkan warna gelang resistor sobat di kotak yang berwarna abu-abu karena hanya kotak itu yang bisa di isi. Selebihnya sudah diprotect sehingga tidak bisa diedit.. Data akan muncul jika semua warna sudah dimasukkan dengan benar. Gunakan Tabel Kode Warna untuk mencocokan warna gelangmu dengan standar warna di aplikasi.

Silahkan menggunakan, aplikasi ini support untuk excel 2007 keatas. Ingatlah untuk menghargai sang pembuat dan jangan mengambil keuntungan dari kebaikan hati seseorang. Dibawah ini adalah screenshotnya! Silahkan dilihat. Jangan lupa kritik dan sarannya untuk kesempurnaan di versi-versi selanjutnya.. ^^


Download Aplikasi Gelang Resistor Ver. 1 by Afid Gue


#Brill
ReadFull Article ..

Kamis, 24 Oktober 2013

The Twilight Saga Breaking Dawn Part 2 Trailer dan Cerita

The Twilight Saga : Breaking Dawn Part 2 merupakan film seri terakhir dari film epic the twilight saga. Sebuah film yang menceritakan kisah antara manusia dengan dunia vampire. Film ini dijadwalkan akan beredar serempak di dunia pada 16 november 2012. Tentu para penggemar film dan khususnya para Twihard ( sebutan untuk penggemar atau fans Twilight ) sudah tidak sabar menantikan film ini beredar. Untuk mengobati rasa yang sudah tidak sabar untuk menantikan seri terakhir dari film twilight ini, trailer dari film The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 2 telah dirilis. 


Cerita The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 2 masih berintikan tentang bagaimana kehidupan bella swan ( diperankan oleh Kristen Stewart ) setelah berubah menjadi vampire dan hubungannya dengan Edward Cullen ( diperankan oleh Robert pattinson ) beserta cerita mengenai bagaimana anak mereka yang diberi nama Renesmee serta konflik antara keluarga Cullen dengan vampire volturi dan juga tidak lupa melibatkan manusia serigala ( warefolf ) Cerita The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 2 akan dibuka mengenai bagaimana kehidupan bella yang berubah drastis setelah berubah menjadi seorang vampire. Bahkan bella berubah menjadi vampire yang kuat namun tetap cantik. Disini kita akan melihat bahwa bagaimana secara menajubkan bella dapat mengontrol kekuatan barunya itu dengan hanya membutuhkan waktu yang singkat. Padahal biasanya seorang vampire baru akan susah untuk mengontrol kekuatan barunya dan akan sangat haus darah. Namun ternyata hal tersebut tidak berlaku bagi bella. 

Seperti yang sudah kita ketahui di serial sebelumnya The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 1 , film ini ditutup tentang lahirnya seorang bayi dari bella dan Edward. Bayi setengah manusia setengah vampire ini diberi nama Renesmee. Renesmee mengalami pertubuhan yang sangat cepat, bahkan hanya dalam hitungan minggu, renesmee sudah dapat berbicara dan berburu. Pada film ini diceritakan bagaimana bella mengalami dilema untuk menceritakan apa yang terjadi serta perubahan dirinya menjadi vampire kepada ayahnya. Disaat bella galau bagaimana seharusnya dia bercerita, Jacob mencoba untuk membantunya. Dihadapan Charlie, ayah bella , Jacob menunjukkan tentang bagaimana dia dapat berubah menjadi seekro serigala. Setelah itu baru menceritakan bagaimana bella juga berubah menjadi vampire. 

Keadaan menjadi seru ketika Irina, seorang vampire dari klan Denali melihat renesmee dan melaporkannya kepada volturi dengan laporan bahwa renesmee merupakan immortal child. Padahal di dunia vampire, hal tersebut sangat dianggap melanggar peraturan. 

Alice Cullen yang mempunyai kekuatan vision untuk dapat melihat masa didepan, di vision nya dia melihat bagaimana irina melaporkan tentang immortal child kepada volturi dan melihat hal tersebut akan dijadikan alasan bagi volturi untuk menyerang keluarga Cullen. 

Keluarga Cullen berusaha untuk menerangkan bahwa renesmee bukan merupakan immortal child namun hanya anak setengah manusia setengah vampire. Mereka mencoba menghubungi keluarga vampire lain yang memahami permasalahan tersebut untuk dapat menjadi saksi menghadapi tuduhan keluarga volturi. Namun walau begitu, keluarga Cullen dan bella tetap berjaga – jaga dan tetap berlatih untuk menghadapi kemungkinan terburuk jika mereka diserang keluarga volturi. 

Pada konflik tersebut, volturi akhirnya mengetahui bahwa ternyata informasi dari Irina mengenai immortal child itu salah dan Irina pun langsung dihukum saat itu juga. Namun walau begitu, volturi tidak serta merta mundur dari konflik tersebut. Mereka beralasan bahwa kehadiran setengah vampire pun mungkin dapat mempengaruhi dunia vampire dan belum dapat memutuskan apakah hal tersebut benar – benar membahayakan atau tidak. 

Disaat – saat terakhir, muncul alice dan jesper yang sebelumnya diceritakan sempat menghilang. Ternyata mereka menghilang untuk mencari keadaan manusia setengah vampire. Dan mereka dapat menemukan Nahuel dimana hal tersebut membuktikan bahwa keberadaan manusia setengah vampire tidak membahayakan bagi dunia vampire. Melihat bukti dari Nahuel dan setelah mempertimbangakan kekuatan baru bella yang tidak dapat diremehkan, bahkan bisa dikatakan hebat , volturi pun akhirnya memutuskan untuk mundur dan mengakhiri konflik. Sungguh sangat seru dan sangat sayang jika kita tidak melihat The Twilight Saga : Breaking Dawn Part 2
 

Trailer The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 2






ReadFull Article ..

Senin, 21 Oktober 2013

2 Your first App Hello Android

 

2-  Hello World App :D 

your first Application will be Hello World

now  i will teach  you how to create  your  first application  with pictures

Before you start this lecture, be sure you have your development environment set up. You need to:

Download the Android SDK.

Install the ADT plugin for Eclipse (if you’ll use the Eclipse IDE).

Download the latest SDK tools and platforms using the SDK Manager. 

please  review  Android Pre-course Exercise

then first step : 

1 - Create a Project with Eclipse :



Figure 1. The New Android App Project wizard in Eclipse.

  1. open  Eclipse, click New Android App Project  in the toolbar. (If you don’t see this button, then you have not installed the ADT plugin—see Installing the Eclipse Plugin.)
  2. Fill in the form that appears:
<> Application Name is the app name that appears to users. For this project, use "HelloAndroid."
---------------------------------------
<>Project Name is the name of your project directory and the name visible in Eclipse.
---------------------------------------
<> Package Name is the package namespace for your app (following the same rules as packages in the Java programming language). Your package name must be unique across all packages installed on the Android system. For this reason, its generally best if you use a name that begins with the reverse domain name of your organization or publisher entity. For this project, you can use something like "com.example.myfirstapp." However, you cannot publish your app on Google Play using the "com.example" namespace.
-----------------------------------------
<>Build SDK is the platform version against which you will compile your app. By default, this is set to the latest version of Android available in your SDK. (It should be Android 4.1 or greater; if you dont have such a version available, you must install one using the SDK Manager). You can still build your app to support older versions, but setting the build target to the latest version allows you to enable new features and optimize your app for a great user experience on the latest devices.
----------------------------------------
<>Minimum Required SDK is the lowest version of Android that your app supports. To support as many devices as possible, you should set this to the lowest version available that allows your app to provide its core feature set. If any feature of your app is possible only on newer versions of Android and its not critical to the apps core feature set, you can enable the feature only when running on the versions that support it.
Leave this set to the default value for this project.
Click Next.
-----------------------------------------
 
  1. The following screen provides tools to help you create a launcher icon for your app.
    You can customize an icon in several ways and the tool generates an icon for all screen densities. Before you publish your app, you should be sure your icon meets the specifications defined in the Iconography design guide.
    Click Next.
  2. Now you can select an activity template from which to begin building your app.
    For this project, select BlankActivity and click Next.
  3. Leave all the details for the activity in their default state and click Finish.
Your Android project is now set up with some default files and you’re ready to begin building the app.
----

Running Your App

If you followed the Steps  to create an Android project, it includes a default set of  "Hello World" source files that allow you to immediately run the app.
How you run your app depends on two things:
1- whether you have a real Android-powered device and whether you’re using Eclipse. This lesson shows you how to install and run your app on a real device and on the Android emulator, and in both cases with either Eclipse or the command line tools.
Before you run your app, you should be aware of a few directories and files in the Android project:
   AndroidManifest.xml
The manifest File  describes the fundamental characteristics of the app and defines each of its components. Youll learn about various declarations in this file as you read more training classes.
   src/
Directory for your apps main source files. By default, it includes an Activity class that runs when your app is launched using the app icon <Java class will be here >.
   res/
Contains several sub-directories for App resources . Here are just a few:
  drawable-hdpi/
  Directory for drawable objects (such as bitmaps) that are designed for high-density (hdpi)  screens. Other drawable directories contain assets designed for other screen densities.
   layout/
 Directory for files that define your apps user interface.
   values/
 Directory for other various XML files that contain a collection of resources, such as string and color definitions.
When you build and run the default Android app, the default Activity class starts and loads a layout file that says "Hello World." The result is nothing exciting, but its important that you understand how to run your app before you start developing.

Run on the Emulator

 

Whether you’re using Eclipse or the command line, to run your app on the emulator you need to first create anAndroid Virtual Device (AVD). An AVD is a device configuration for the Android emulator that allows you to model different devices.
To create an AVD:
  1. Launch the Android Virtual Device Manager:
    1. In Eclipse, click Android Virtual Device Manager from the toolbar.
    2. From the command line, change directories to<sdk>/tools/ and execute:
      android avd
  2. In the Android Virtual Device Manager panel, click New.
  3. Fill in the details for the AVD. Give it a name, a platform target, an SD card size, and a skin (HVGA is default).
  4. Click Create AVD.
  5. Select the new AVD from the Android Virtual Device Manager and click Start.
  6. After the emulator boots up, unlock the emulator screen.
To run the app from Eclipse, open one of your projects files and click Run  from the toolbar. Eclipse installs the app on your AVD and starts it.
Or to run your app from the command line:
  1. Change directories to the root of your Android project and execute:
    ant debug
  2. Make sure the Android SDK platform-tools/ directory is included in your PATH environment variable, then execute:
    adb install bin/MyFirstApp-debug.apk
  3. On the emulator, locate MyFirstActivity and open it.
Thats how you build and run your Android app on the emulator!

Run on a Real Device


If you have a real Android-powered device, heres how you can install and run your app:
  1. Plug in your device to your development machine with a USB cable. If you’re developing on Windows, you might need to install the appropriate USB driver for your device. For help installing drivers, see the OEM USB Drivers document.
  2. Ensure that USB debugging is enabled in the device Settings (open Settings and navitage to Applications > Development on most devices, or click Developer options on Android 4.0 and higher).
To run the app from Eclipse, open one of your projects files and click Run  from the toolbar. Eclipse installs the app on your connected device and starts it.
Or to run your app from a command line:
  1. Change directories to the root of your Android project and execute:
    ant debug
  2. Make sure the Android SDK platform-tools/ directory is included in your PATH environment variable, then execute:
    adb install bin/MyFirstApp-debug.apk
  3. On your device, locate MyFirstActivity and open it.
Thats how you build and run your Android app on a device!
 
The next lesson will be how to start development for android
the  lessons  from  Android and if you  want to ask anything just leave a comment and i will reply isA
 
ReadFull Article ..

Minggu, 20 Oktober 2013

Asus Eee Memo Pad Tablet Android dengan Prosesor Tegra 3 Harga Rp 2 jutaan

Asus memamerkan Tablet terbarnunya di ajang CES 2012 dengan nama Asus Eee Memo Pad. Sebuah tablet Android 7 inci yang akan dibekali dengan NVIDIA Tegra 3 Quad-Core.

Asus Eee Memo Pad memiliki 1 GB RAM, dan telah dibekali dengan memori 32 GB. Selain itu, tersedia juga fasilitas Wifi, Bluetooth, aGPS, Slot Sim Card, Output Micro HDMI dan kekuatan baterai yang bisa mencapai 8,5 jam.

Harga yang ditawarkan Asus untuk tablet Asus Eee Memo Pad ini adalah sekitar $249 yang membuatnya menjadi perangkat termurah untuk sebuah tablet dengan fitur Prosesor Tegra 3 dan Google Android Ice Cream Sandwich.

Asus Eee Memo Pad
ReadFull Article ..

Cara Optimalkan Firefox 2 Kali Lebih Cepat

Sobat Solution Posting kali ini mengenai browser yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi Sobat semuanya, kali ini Saya akan berbagi tentang tips dan trik untuk mempercepat browser Mozilla Firefox yang sebenarnya sudah lama sekali Saya temukan di Internet melalui Mbah Google. Mungkin banyak Sobat Solution yang sudah tahu trik ini tapi barangkali ada juga Sobat yang belum tahu silahkan di baca saja ya ......

Download E-Booknya disini
  1. Ketik about:config di address bar dan tekan Enter.
  2. Cari network.http.pipelining dan value fieldnya diset true, untuk mengubah klik aja 2 kali
  3. Cari network.http.pipelining.maxrequests dan set value menjadi 8.
  4. Cari network.http.proxy.pipelining set ke true.
  5. Cari network.dns.disableIPv6 set ke true
  6. Klik kanan terus tambahakan New boolean ketik content.interrupt.parsing dan klik OK dan diset ke true
  7. Klik kanan lagi tambahakan New Integer ketik content.max.tokenizing.time dan set ke value 2250000 klik OK
  8. Sama tambakan juga New Integer ketik content.notify.interval set value 750000 dan klik OK.
  9. sama seperti diatas New Boolean ketik content.notify.ontimer set ke true dan klik OK
  10. sama seperti atas New Integer dan ketik content.notify.backoffcount set value 5 klik OK
  11. Sama juga tambahakan New Integer ketik content.switch.threshold set value 750000 dan klik OK
  12. Terakhir sama juga seperti diatas add New Integer ketik nglayout.initialpaint.delay dan set value 0 klik ok
  13. Tambahkan fasterfox di add-on 
Silahkan di coba......
ReadFull Article ..